Selasa, 28 Mei 2013

PERANCANGAN PEMBELAJARAN MODEL ASSURE


RANCANGAN PEMBELAJARAN MODEL ASSURE UNTUK MATA PELAJARAN TIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG KAPAS

BAB I
TEORI UMUM TENTANG MEDIA
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, telah menjadikan informasi sebagai hal penting yang menunjang proses kehidupan, dan pembelajaran. Bahkan di masa depan adalah sangat mungkin orang yang berhasil adalah orang yang mampu menangkap dan memanfaatkan setiap informasi menjadi pengetahuan dan pengalaman belajar, sehingga menjadi suatu kompetensi baginya. Perkembangan tersebut tentu akan mempengaruhi bagaimana proses penyampaian dan salurannya. Dalam dunia pendidikan, informasi akan disampaikan oleh guru kepada siswa melalui proses pembelajaran dengan menggunakan media tertentu. Mengingat begitu pentingnya peranan media untuk mendukung proses pembelajaran, maka guru  perlu merancang suatu pembelajaran yang efektif dan efisien. Untuk  merancang suatu proses pembelajaran yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajarannya, maka guru dapat menggunakan model ASSURE, yaitu suatu model perancang media pembelajaran yang  dapat mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
A.      Proses Pembelajaran
Dalam proses belajar ada dua kegiatan yaitu mengajar yang dilakukan oleh guru dan belajar yang dilakukan oleh siswa. Guru memang selalu menjadi pusat/sumber informasi bagi siswa. Namun dengan kondisi sekarang ini,guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, karena perkembangan teknologi telah menghasilkan berbagai sumber dan media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran disamping peran guru. Karena itulah peran guru saat ini adalah sebagai fasilitator, yang memfasilitasi siswa nya belajar.
Dari sisi siswa, dalam suatu proses pembelajaran siswa merupakan orang yang menjalani proses belajar, yang menggali berbagai pengetahuan baik yang disampaikan langsung oleh guru maupun yang didapat melalui berbagai sumber dan media  belajar lainnya. Sebagaimana yang disampaikan Smaldino (2008)  Belajar merupakan pengembangan pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang baru ketika seseorang berinteraksi dengan informasi dan lingkungan. Belajar pada dasarnya tidak saja proses menerima dan mencari informasi, namun juga bertujuan agar terjadinya perubahan dalam diri siswa, baik dalam hal pengetahuan, maupun sikap dan perilaku. Proses pembelajaran dapat bermakna jika informasi yang diterima siswa bisa menjadi pengetahuan yang ditambah dengan kegiatan belajar lainnya akan menjadi pengalaman dan akhirnya menjadi kompetensi bagi siswa. Jadi belajar dapat dikatakan berhasil apabila telah adanya perubahan pengetahuan, pengalaman, kompetensi, sikap serta perilaku pada diri siswa.
     Belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai teori belajar, yang terdiri atas:
1.      Perspektif Behavioris
Tokoh Behaviourisme B.F. Skinner, menjelaskan bahwa  penguatan atau memberi ganjaran pada respons yang diinginkan, dapat membentuk pola perilaku. Dengan serangkaian penguatan itu akan muncul pengajaran terprogram yang dikenal dengan pengajaran berbantuan komputer. Menurut aliran behavioris proses belajar dapat dilihat dari perilaku yang diamati.
2.       Perspektif Kognitifis
Teori belajar kognitifis berkaitan dengan  bagaimana siswa menerima, memproses dan merekayasa informasi. Menurut Jean Piaget (1977), psikolog kognitif menelusuri proses mental yang digunakan individu dalam menanggapi lingkungan mereka. Kognitifisme membahas bagaimana orang berpikir, menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Para kognitifis menciptakan sebuah model mental dari ingatan jangka pendek dan jangka panjang, yang akan digunakan untuk menyimpan informasi. Sehingga siswa tidak selalu tegantung pada guru, tapi lebih mengandalkan strategi kognitif mereka sendiri dalam memanfaatkan sumber daya belajar yang tersedia.
3.      Perspektif Konstruktivis
Menurut konstruktivisme inti dalam pembelajaran empiris adalah keterlibatan siswa dalam pengalaman yang bermakna. Konstruktivisme menekankan bahwa siswa dapat menafsirkan sendiri informasi yang diterimanya. Siswa akan mendapatkan pengalaman belajar sebagai pengalaman mereka sendiri, dan tujuan pengajaran adalah tidak untuk mengajarkan informasi, tetapi menciptakan situasi, sehingga siswa dapat menafsirkan informasi bagi pemahaman mereka sendiri. Menurut ahli perspektif, belajar efektif adalah ketika siswa terlibat dalam tugas autentik yang mengaitkan konteks bermakna, yaitu learning by doing.
4.      Perspektif Psikologis Sosial
Psikolog sosial memusatkan belajar terhadap efek organisasi sosial. Menurut Robert Slavin (1990)(dalam Smalldino, 2008) belajar kooperatif akan lebih efektif dan lebih menguntungkan secara sosial dibandingkan belajar kompetitif secara individual. Slavin mengembangkan seperangkat teknik belajar kolaboratif yang mencakup prinsi-prinsp kolaborasi kelompok kecil, pengajaran yang dikendalikan siswa dan adanya ganjaran (reward) berdasarkan pencapaian kelompok.
 Selain didasarkan pada berbagai teori belajar, belajar juga terdiri atas beberapa jenis belajar, yaitu :
1.      Ranah Kognitif
Menurut ranah kognitif, belajar menggunakan serangkaian kemampuan intelektual  yang dapat dikelompokkan dalam informasi verbal, visual, atau keterampilan intelektual. Belajar verbal melibatkan proses mengingat kembali fakta/informasi. Sedangkan keterampilan intelektual membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan manipulasi informasi.
2.      Ranah Afektif
Ranah afektif melibatkan sikap, perasaan dan nilai-nilai. Tujuannya adalah menstimulasi minat terhadap suatu hal, mendorong perilaku sosial dan memiliki standar etika dalam memanfaatkan internet.
3.      Ranah Psikomotor
Menurut ranah ini, belajar melibatkan keterampilan atletik, manual dan keterampilan fisik lainnya. Tujuannya adalah untuk kemampuan kegiatan mekanis tertentu, penggunaan berbagai peralatan, dll.
a.       Ranah Interpersonal
Menurut ranah ini belajar melibatkan interaksi antara orang-orang. Kemampuan interpersonal merupakan keterampilan orang untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain.
Berdasarkan berbagai teori belajar dan jenis-jenis belajar dapat kita simpulkan bahwa belajar merupakan proses yang sangat penting bagi siswa untuk memahami dan mengolah berbagai informasi yang diterimanya. Dengan kegiatan belajar yang efektif maka siswa dapat mencapai tujuan belajarnya. Adanya pengetahuan, pengalaman, kompetensi serta perubahan sikap merupakan hasil dari setiap proses belajar yang sesungguhnya.


B.       Media Pembelajaran
1.    Definisi Media pembelajaran
Media berasal dari bahasa Latin medium yang berarti antara, yakni segala sesuatu yang membawa informasi antara sumber pesan dan penerimanya. Tujuan dari penggunaan media adalah untuk memudahkan komunikasi dan belajar (Smaldio, 2012). Menurut Heinich, Molenda dan Russel(1990) (dalam Wina Sanjaya 2011) media adalah saluran/chanel komunikasi. AECT juga merumuskan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.  NEA juga menjelaskan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut (Sukiman, 2012).
Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat mengantarai penyampaian pesan/informasi dari  guru kepada siswanya, sehingga dapat memotivasi perhatian, minat dan kemauan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif dan efisien. Dalam penyampaian informasi itu ada dua proses yakni encoding dan decoding. Encoding adalah penyampaian pesan melalui berbagai simbol dari pengirim pesan/guru, sedangkan decoding adalah proses penerimaan pesan, sehingga siswa bisa memahami dna menjelaskan kembali makna pesan yang diterimanya.

2.    Kategori dasar dan format media
a.    Kategori dasar media
Pentingnya peran media dalam pembelajaran sangat membantu guru untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi efektif, karena itu guru perlu mengetahui berbagai kategori media. Menurut Smaldino (2012) ada 6 kategori dasar media, yaitu :
1)   Teks, yakni karakter alfanumerik yang dapat ditampilkan dalam berbagai format, seperti buku, poster, layar komputer, papan tulis dan lain-lain.
2)   Audio, yakni segala sesuatu yang dapat didengar, seperti suara orang, musik, suara bising, dll.
3)   Visual, yakni segala sesuatu yang dapat kita lihat, misalnya diagram pada poster, gambar, buku, dll.
4)   Video, yakni media yang menampilkan gerakan, misalnya rekaman video, animasi komputer, DVD, dll.
5)   Perekayasa, yakni segala sesuatu yang bersifat tiga dimensi dan dapat disentuh, misalnya benda-benda.
6)   Manusia, seperti guru, siswa, ahli bidang studi dll.
Dari semua kategori media ini, kita dapat memilih dan menggunakan berbagai kategori media yang cocok dengan pembelajaran dan dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara  efektif dan efisien.

b.   Format media
Format media adalah bentuk fisik pesan yang akan ditampilkan. Format media disesuaikan dengan jenis medianya, misalnya untuk teks dan visual, dapat menggunakan format slide powerpoint, untuk suara dan musik dapat menggunakan format Compact Disc (CD) atau DVD untuk menampilkan  video, sedangkan untuk keterpaduan teks, audio dan video, dapat menggunakan format komputer multimedia.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam memilih format media, yaitu  jumlah media dan teknologi yang tersedia, keragaman siswa, dan tujuan yang harus dicapai, situasi/keadaan dimana pengajaran berlangsung (kelompok kecil atau besar), variabel siswa, dan juga sifat tujuan yang ingin dicapai (kognitif, afektif, psikomotor), serta kemapuan dalam menyajikan format media.

3.    Rangkaian Kesatuan Konkret – Abstrak
Pentingnya penggunaan media dan teknologi dalam pembelajaran pada dasarnya adalah untuk membantu siswa belajar memahami pesan pembelajaran yang dijalaninya. Pembelajaran akan berlangsung dari hal yang memberikan pengalaman konkret sampai pengalaman abstrak. Hal ini seusai dengan pendapat Edgar Dale (1969) melalui penemuannya Cone of Experience (Smaldino, 2008) yang menyarankan agar guru dapat memeulai pembelajaran dengan memberikan pengalaman belajar yang aktual kepada siswanya, barulah kemudian pindah ke siswa menjadi pengamat aktual, siswa sebagai pengamat kejadian melalui perantara, dan akhirnya siswa dapat mengamati simbol-simbol yang mewakili suatu kejadian.
Menurut Dale (Smaldino, 2008) siswa bisa memanfaatkan kegiatan pembelajaran yang lebih abstrak untuk membentuk sekumpulan pengalaman yang lebih konkret untuk memaknai  representasi kenyataan yang lebih abstrak. Hal ini sesuai dengan pendapat Jrome Bruner (1966) (dalam Smaldino 2008) siswa melihat urutan material berdampak langsung pada kemampuan mereka menyelesaikan tugas. Belajar akan lebih mudah jika pembelajaran mengikuti urutan dari pengalaman konkret ke penyajian yang abstrak (simbolis). Dengan penggunaan media yang baik, dapat membantu memperjelas berbagai konsep yang abstrak menjadi lebih konkret.

4.    Fungsi dan Manfaaat Media Pembelajaran
Begitu besarnya peran media dalam pembelajaran jelas memberikan manfaat bagi pelaksanaan pembelajaran. Adapun peran dan fungsi media pembelajaran (Wina Sanjaya, 2011 ) adalah :
a.         Menangkap suatu objek atau peristiwa –peristiwa tertentu
b.         Memanipulasi keadaan, peristiwa dan objek tertentu
c.         Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
d.        Media pembelajaran memiliki nilai praktis  sebagai : mengatasi keterbatasan pengalaman siswa, mengatasi batas ruang kelas, dan memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan, menghasilkan keseragaman pengamatan, menanamkan konsep dasar yang benar, nyata dan tepat, membangkitkan motivasi dan meransang siswa untuk belajar dengan baik, membangkitkan keinginan dan minat baru, mengontrol kecepatan belajar, meberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampi abstrak.
Selain berbagai fungsi diatas, Kemp dan Dayton (1985)(dalam Wina Sanjaya 2011) juga mengungkapkan bahwa media memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembelajaran, diantaranya adalah :
a.         Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
b.         Pembelajaran dapat lebih menarik
c.         Pembelajaran menjadi lebih interaktif
d.        Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat ditingkatkan
e.         Proses pembelajaran dapat berlangsung kapan dan dimana pun
f.          Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan.
g.         Peran guru berubah ke arah yang positif , guru tidak lagi menjadi sumber belajar satu-satunya.
Dari berbagai fungsi tersebut dapt kita simpulkan, bahwa fungsi dan manfaat media pembelajaran adalah  sebenarnya adalah untuk menjadikan pembelajaran lebih mudah di pahami oleh siswa, meningkatkan ketertarikan dan motivasi siswa, membantu menjelaskan yang abstrak menjadi lebih konkret.

5.    Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media Pembelajaran
a.    Prinsip-prinsip dalam pemilihan media
Untuk dapat memilih media pembelajaran yang akan digunakan guru dalam mendukung roses pembelajaran, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu :
1)        Pemilihan media berdasarkan / haruslah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, baik itu tujuan kognitif, afektif dan psikomotor.
2)        Pemilihan media haruslah berdasarkan konsep yang jelas, bukan atas kesenangan guru, melainkan menjadi bagian integral dalam pembelajaran.
3)        Pemilihan media hendaklah disesuaikan dengan karakteristik siswa
4)        Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan gaya belajar siswa dan kemampuan guru
5)        Pemilihan media haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran
Selain prinsip tersebut, ada beberapa hal lain yang dapat menjadi pertimbangan dalam memilih media, yang dikenal dengan istilah ACTION (Wina Sanjaya, 2011), yaitu :
1)        Access, kemudahan akses, penggunaan media oleh guru dan siswa, kebijakan, dll.
2)        Cost, biaya yang dibutuhkan, yang disesuaikan dengan kemampuan dan pemanfaatannya.
3)        Technology, mempertimbangkan teknologi yang tersedia dan kemuadahan penggunaannya.
4)        Interactivity, Media berssifat interaktif, sehingga memberi komunikasi dua arah.
5)        Organization, terkait dukungan organisasi, pimpinan, dan pengorganisasiannya.
6)        Novelty, meliputi kebaruan media yang kita pilih.



b.   Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Untuk menggunakan media dalam pembelajaran, aagar media benar-benar mendukung proses pembelajarn, maka ada beberapa prinsip penggunaan media (Wina Sanjaya, 2011) yaitu :
1)        Media yang digunakan guru haruslah sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2)        Media yang digunakan haruslah sesuai dengan materi pembelajaran, media hendaklah sesuai dengan kekompleksitasan materi
3)        Media pembelajaran haruslah sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa.
4)        Media yang digunakan harus memperhatikan efektivitas dan efisien.
5)        Media yang digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan guru menggunakannya/mengoperasikannya.
Dari berbagai prinsip –prinsip ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada banyak prinsip yang perlu kita perhatikan, yang pada intinya adalah pemilihan dan penggunaan media harus sesuai dengan kebutuhan, tujuan, karakteristik siswa, serta akses penggunaan media tersebut.
C.      Model ASSURE
Penggunaan teknologi dan media dalam pembelejaran merupakan suatu hal yang sangat penting. Namun untuk memilih dan menggunakan suatu media ada banyak hal yang perlu kita perhatikan, terutama berkatian dengan tujuan, materi dan karakteristik siswa. Hal ini sangat penting karena sesuai dnegan pengertian media, yang merupakan sarana yang mengantarai penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Agar penyampaian pesan itu tepat sasaran maka guru benar-benar harus harus teliti dalam memilih dan menggunakan media. Sesuai dengan pemanfaatannya, media ada yang digunakan oleh guru dan ada yang dirancang oleh guru. Perancangan media pembelajaran ini perlu dilakukan guru, mengingat sekarang ada begitu banyak informasi yang dapat membantu siswa belajar disamping guru.
Bergesernya peran guru sebagai fasilitator membuat guru harus bisa merancang suatu pembelajaran yang menggunakan teknologi dan media pembelajaran yang baik untuk memfasilitasi siswanya belajar. Dan salah satu cara terbaik untuk merancang pembelajaran dan media adalah dengan model ASSURE. Model ASSURE merupakan suatu model untuk merancang pengajaran yang efektif, yang dirancang dimulai dengan menganalisis minat siswa, penyajian materi, malibatkan siswa dalam praktek dengan umpan balik, menilai pemahaman mereka dan memberikan kegiatan tindak lanjut yang relevan (Smaldino, 2012). Dengan model ASSURE ini guru bisa merancang pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran dengan lebih baik, karena meliputi semua hal yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran.
1.    Analisis Pelajar (Analysis Learner)
Model ASSURE merupakan salah satu pendekatan sistematis untuk menganalisis karakteristik siswa, yang nantinya akan berpengaruh terhadap kemampuan belajar siswa. Analisis siswa ini perlu dilakukan untuk mendapatkan berbagai informasi yang kita butuhkan dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan spesifik siswa. Ada tiga faktor kunci yang diperhatikan dalam analisis pelajar, yaitu :
a.    Karakteristik Umum
Untuk memenuhi kebutuhan siswa guru perlu memahami karakteristik umum yang mempengaruhi belajar siswa. Adapun berbagai jenis karakteristik umum ini adalah gender, suku, sikap dan ketertarikan. Dalam merencanakan pembelajaran guru hendaknya dapat memperhatikan perbedaan usia anak didiknya, karena ini akan berkaitan dengan pola perilaku dan kemampuan siswa dalam belajar. Begitu juga dengan gender, ini perlu dipertimbangkan guru saat ingin mengadakan pembelajaran berkelompok pada tingkat SMP, penyatuan siswa dengan perbedaan gender mungkin akan mempengaruhi perhatian dan keaktifan siswa. Hal yang sama pada latar belakang suku, hendaknya materi yang disampaikan siswa dilengkapi dengan contoh yang dekat dengan latar belakang suku dan budaya siswa.
Sedangkan untuk analisis sikap dan ketertarikkan dapat dilihat dengan melakukan perbincangan dan mengamati perilaku siswa. Ketertatikan siswa terhadap mata pelajaran memang berbeda-beda, karenanya dibutuhkan penggunaan media yang tepat , begitu juga halnya dengan pengalaman mereka.

b.   Kecakapan dasar spesifik
Sebagaimana yang diungkapkan Dick &Carey,(2001) dalam Smaldino (2012) penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya tentang suatu objek tertentu mempengaruhi bagaimana dan apa yang mereka bisa pelajari lebih banyak daripada yang dilakukan sifat psikologi apa pun. Karena itulah penting bagi guru untuk menganalisis kecakapan dasar spesifik melalui sarana formal dan informal. Misalnya melalui pelaksanan ujian masuk, untuk melihat kemmapuan prayarat siswa, yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran. Dengan mengidentifikasi kompetensi dasar spesifik siswa guru bisa menyesuaikan dnegan jenis tujuan, sehingga guru bisa memberikan perbaikan sebelum masuk mata pelajaran.

c.    Gaya belajar
Gaya belajar merupakan serangkaian sifat psikologis yang menetukan bagaimana siswa merasa, berinteraksi, dan merespons secara emosional lingkungan belajarnya. Menurut Gardner (Smaldino, 2008) Setiap anak memiliki kecerdasan dan cara belajar yang berbeda beda, karenanya guru haruslah mempertimbangkan gaya belajar siswa. Dengan memahami:
1)        Kekuatan dan preferensi konseptual, dimana setiap siswa punya gerbang sensorik (visual, audiotori, jasmani dan kinestetik yang berbeda yang mempengaruhi keterlibatan belajarnya.
2)        Kebiasaan memproses informasi /gaya pikiran, menurut Butler (Smaldino, 2008) ada 4 cara pemprosesan informasi, yaitu pelajar berurutan konkret, pelajar acak konkret, pelajar berutan abstrak, pelajar acak abstrak.
3)        Motivasi, Menurut Keller (1987)(dalam Smaldino 2008) ada 4 aspek motivasi yaitu model ARCS yang perlu diperhatikan guru, yaitu bperhatian (attention), Relevansi (Relevance), Percaya diri (Confidence), dan kepuasan (satisfaction).
4)        Faktor fisiologis , terkait dengan perbedaan gender, kesehatan dan kondisi lingkungan yang mempengaruhi pembelajaran.
1.         Penilaian gaya belajar, menurut Dunn dan Dunn(1992)(dalam Smaldino 2008) mengembangkan sekumpulan instrumen standar untuk menilai gaya belajar dan preferensi lingkungan para pelajar.
Semua ini perlu dipertimbangkan oleh guru, agar guru bisa menyesuaikan pembelajarannya dengan lebih baik, sesuai dengan gaya belajar siswa dan memenuhi kebutuhan individual siswa.

2.    Menyatakan Standar dan Tujuan (State Objectives and Standar)
Dalam merancang suatu pembelajaran, setelah melakukan analisis siswa, kita perlu menetapkan standar dan tujuan yang akan dicapai, yakni mengenai apa yang menjadi hasil belajar siswa.  Merumuskan tujuan ini berdasarkan pada standar kurikulum yang digunakan di sekolah.
a.    Pentingnya standar dan tujuan
Menetapkan standar dan tujuan sangatlah penting, karena standar dan tujuan ini adalah dasar bagi kita untuk memilih strategi, teknologi dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran.  Dasar untuk melakukan penilaian hasil belajar, dasar untuk ekspektasi belajar siswa.
b.   Merumuskan ABCD tujuan belajar dengna baik
Untuk menentukan tujuan belajar kita perlu menetapkan ABCD, Yakni:
1)        Audience, yakni sasaran tujuan, guru perlu menentukan dengan jelas sasaran dari tujuan pembelajaran itu sendiri, misalnya siswa kelas VIII SMP.
2)        Behaviour (perilaku), inti dari tujuan adalah kata kerja yang menjelaskan kemampuan baru yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran, artinya tujuan belajar itu berkenaan dengan perubahan perilaku siswa, setelah mengalami pembelajaran.
3)        Condition (Kondisi), yakni suatu kondisi dimana siswa akan bekerja dan belajar, yang kemudian dinilai oleh guru, misalnya buku, lembar kerja, dll.
4)        Degree (tingkat), yakni tujuan mengindikasikan standar /kriteria penilaian satu pembelajaran.
c.    Tujuan belajar dan perbedaan individual
Tujuan belajar hendaknya disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara individual. Tujuan belajar dimaksudkan untuk menyediakan tingkat minimum pencapaian yang diharapkan. Dengan karakteristik yang berbeda siswa bisa belajar insidental dengan tujuan yang spesifik dan mendukung perbedaan individual.
3.    Memilih strategi, Teknologi, Media dan Material (Select Strategy, Media and Technology)
a.    Memilih strategi
Guru perlu memilih strategi pengajaran yang tepat, baik itu strategi yang berpusat pada guru, ataupun yang berpusat kepada siswa. Guru hendaklah memilih strategi yang bisa mendorong siswanya mencapai standar dan tujuan yang telah ditetapkan, mempertimbangkan gaya dan motivasi belajar siswa agar dapat memenuhi kebutuhan siswa. Disesuaikan dengan model ARCS, Strategi kita hendaknya dapat menarik perhatian siswa (Attention), relevan(Relevance) dengan kebutuhan siswa, dapat membangun rasa percaya diri (Confidence) siswa, dan memberikan kepuasan (Satisfaction) bagi siswa atas apa yang telah mereka pelajari.
b.   Memilih teknologi dan media,
Memilih teknologi dan media, memang bukanlah hal yang mudah. Seperti yang diungkapkan Mc Alpine&Weston, 1994 (dalam Smaldino2008) para sarjana sepakat bahwa memilih teknologi dan media yang sesuai bisa menjadi tugas yang rumit- mempertimbangkan kumpulan sumber daya yang tersedia, keberagaman para pelajar dan tujuan spesifik yang harus dicapai.
1.    Rubrik seleksi, dilengkapi  prosedur yang sistematis untuk menilai kualitas teknologi dan media yang spesifik. Setiap rubrik terdiri dari sekumpulan kriteria seleksi yang konsisten, dan kriteria untuk teknologi dan media yang dirancang.untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Ada beberapa kriteria rubrik seleksi (Smaldino, 2012)yaitu :
a)    Selaras dengan standar, hasil dan tujuan
b)   Informasi yang terbaru dan akurat
c)    Bahasa yang sesuai usia
d)   Tingkat ketertarikan dan keterlibatan
e)    Kualitas teknik
f)    Mudah digunakan (baik oleh guru dan siswa)
g)   Bebas bias
h)   Panduan pengguna dan arahan.

c.    Memilih, mengubah atau merancang materi
Setelah memilih strategi dan media, selanjutnya kita memilih materi, yakni :
1)        Memilih materi yang tersedia
Guru biasanya menggunakan materi yang tersedia, namun kita perlu mempertimbangkan dan memilih materi yang tepat dari materi yang tersedia tersebut, yang bisa dilakukan dengan cara ; melibatkan spesialis teknologi /media, atau melibatkan guru lain yang lebih berpengalaman, melakukan survei panduan referensi sumber dan media (komprehensif, selektif dan evaluatif).
2)        Mengubah materi yang ada
Mengingat kebutuhan siswa yang berbeda-beda, adakala nya guru bisa mengubah materi dari materi yang tersdia agar dapat lebih mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, namun hal ini harus mmeperhatikan hak cipta.
3)        Merancang materi baru
Pada saat materi yang tersedia tidak mendukung, dan sulit untuk mengubah materi yang ada, maka guru juga dapt menrancang materi baru sesuai dengan mata pelajaran dan tujuan pembelajaran. kuncinya adalah kita harus memperhatikan kebutuhan dan tujuan belajar siswa kita.

4.    Menggunakan Teknologi , Media dan Materi (Use Tecnhnology, Media and Materials)
Untuk merencanakan penggunaan teknologi, media dan materi, kita dapat melakukan proses “5P” yaitu:
a.       Pratinjau teknologi, media dan materi, ini perlu dilakukan karena tujuannnya adalah untuk memilih bagian yang langsung selaras dengan mata pelajaran yang kita ajarkan, yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Meninjau materi secara menyeluruh tidak hanya membuat kita menggunakan sumber daya secara maksimal, tetapi juga membatasi siswa untuk tidak mengkases materi/konten yang tidak pantas, dari berbagai media dan sumber belajar lainnya.
b.      Menyiapkan teknologi , media dan materi, langkah pertama adalah mengumpulkan semua perlengkapan yang dibutuhkan, menentukan urutan penggunaannya, dan menentukan tindakan yang akan dilakukan pada tiap materi, menyimpan daftar materi yang digunakan, dan garis besar urutan penyajian pelajaran.

c.       Menyiapkan lingkungan, kita perlu mengatur fasilitas yang dibutuhkan untuk penggunaan teknologi, media dan materi yang efektif dan efisien, menyiapkan lingkungan belajar yang baik untuk siswa, seperti pengaturan tempat duduknya, dll.


d.      Menyiapkan pelajar, untuk melaksanakan pembelajaran dengan efektif, guru perlu menyiapkan pelajarnya untuk menerima pelajaran, untuk itu guru perlu melakukan appersepsi  yang baik, seperti pengantar yang menggambarkan tinjauan luas mengenai konten mata pelajaran, keterkkaitan mata pelajaran  dengan topik yang dipelajari, memotivasi siswa, dan isyarat yang mengarahkan perhatian pada aspek spesifik mata pelajaran.

e.       Menyediakan pengalaman belajar, yang disesuaikan dnegan pengalaman belajar yang dipilih, pengalaman belajar yang berpusat pada guru, maka akan melibatkan presentasi, demonstrasi, latihan dan praktek dan tutorial.

5.    Mengharuskan Partisipasi Pelajar (Require Learner Participations)
Pembelajaran di masa depan menghendaki pelajar tidak hanya sebatas memahami informasi, melainkan memiliki pengalaman dan praktek menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi. Hal ini sesuai dengan gagasan konstruktivis, dimana belajar dibangun dengan penglaman autentik yang relevan, dan siswa menerima umpan balik, sehingga mereka mengetahui pencapaian tujuan belajarnya dan berusaha meningkatkan kinerjanya.
a.    Latihan, untuk mencapai tujuan belajarnya siswa haruslah berpartisipasi aktif melalui praktek langsung dengan teknologi dan kemampuan baru, untuk produktivitas, komunikasi, penelitian, dan penyelesaian masalah/pengambilan keputusan.
1)      Teknologi sebagai perkakas teknologi, untuk menggunakan teknologi dan media sebagai sarana yang membutuhkan partisipasi siswa adalah dengan penggunaan perangkat produktivitas. Karena ini dapat  memacu dan mendorong kreativitas (ISTE, 2000) (Dalam Smaldino, 2008)
2)   Teknologi sebagai perangkat komunikasi, dengan menggunakan teknologi siswa bisa berkomunikasi dengan berbagai orang dari berbagai tempat lainnya, misalnya melalui email , chatt, dan lain-lain.
3)   Teknologi sebagai perangkat penelitian, dengan teknologi kita dapat menempatkan, mengevaluasi, dan mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber , misalnya dari internet, buku, koran maupun media lainnya.
4)   Teknologi sebagai perangkat penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan, dengan menggunan teknologi siswa dapat belajar dan mnggunakannnya untuk menyelesaikan berbagi persoalan, misalnya melalui mikroskop, lembar kerja, peralatan audio  dan video digital, dll.
5)   Menggunakan perangkat lunak pendidikan, berbagai program aplikasi pendidikan memungkinkan siswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang menantang, dan memungkinkan siswa untuk berkembang sesuai dengan penilaian dan menyediakan umpan balik dan perbaikan.
6)   Menggunakan media lainnya untuk latihan, melibatkan siswa secara aktif dalam melakukan diskusi, kuis, latihan penerapan dapat dilakukan latihan dan pemberian umpan balik.
b.      Umpan balik, umpan balik, bisa dari guru, ataupun para siswa dalam kelompoknya, dari komputer ataupun diri mereka sendiri, umpan balik penting bagi siswa untuk melakukan perbaikan.

6.    Mengevaluasi dan Merevisi (Evaluate and Revise)
Langkah terakhir yang kita lakukan adalah melakukan penilaian dan perbaikan, yang dilakukan dengan tujuan :
a.    Menilai prestasi pelajar , dilakukan untuk menilai apa yang dipelajari siswa dan menampilkan perubahan perilaku sesuai dengan tujuan. Penilaian dilakukan berdasarkan pada tujuan belajar, pembelajaran dengan tujuan kemampuan kognitif, dapat menggunakan tes tertulis, namun untuk tujuan pemprosesan informasi dan penampilan sikap, maka digunakan penilaian autentik dan komprehensif. Penilaian autentik yaitu dimana siswa menggunakan proses sesuai dengan konten dan kemampuan yang sedang dipelajari dan sesuai  kegunaan konten di dunia nyata. Penilaian ini digunakan untuk penilaian kinerja, produk tunggal, unit, atau portofolio. Sedangkan untuk penilaian komprehensif dapat menggunakan rubrik yakni sekumpulan kriteria penilaian yang digunakan untuk mengukur/menilai produk/kinerja siswa(Smaldino, 2012). Rubrik terdiri dari tiga komponen ; kriteria kinerja, skala penilaian, dan tingkat dari deskriptor kinerja.
b.    Penilaian portofolio, untuk menilai kemampuan siswa untuk membuat produk nyata yang menggambarkan pencapaian mereka terkait dengan analisis, sintesis dan evaluasi.(Smalldino, 2012). Kuncinya adalah siswa harus merefleksi sendiri pembelajarannnya sesuai dengan produk protofolio. Portofolio ini ada yang tradisional dan elekronik.
c.    Mengevaluasi dan merevisi Strategi, Teknologi dan Media.
Ini perlu dilakukan untuk melihat keefektifan strategi , teknologi, dan media yang digunakan, melihat pencapaian tujuan pembelajaran, sesuai dengan minat siswa, memenuhi kebutuhan siswa, dll. Untuk menilainya, bisa dengan meminta pendapat siswa, melalui diskusi dan wawancara.
1)        Evaluasi guru, ini sangat penting agar memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi guru. Ada 4 evaluasi guru, yakni melalui diri sendiri, siswa, rekan ataupun administator.
2)        Revisi strategi, teknologi dan media, Ini merupakan tahapan terakhir, kita perlu melihat hasil penilaian/evaluasi, melihat ketercapaian tujuan, prestasi siswa, ketepatan strategi, teknologi dan media. Kita perlu mencatat dan melakukan revisi agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran .


BAB II
PENERAPAN MODEL ASSURE DALAM RANCANGAN PEMBELAJARAN TIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG KAPAS

A.  Analyzis Learner (Menganalisis Siswa )
1.    Kondisi Umum sekolah dan siswa
SMP Negeri 1 Batang Kapas merupakan SMP tertua di kecamatan Batang kapas kabupaten Pesisir Selatan. Sekolah ini terletak di Jln. Baru Batang kapas, yang merupakan jalur lintas Sumatera. Sekolah ini termasuk salah satu sekolah favorit siswa di wilayah ini, dan berstatus sebagai sekolah SSN (Sekolah Standar Nasional). Posisi sekolah yang tepat berada di tepi jalan raya, membuat letak sekolah ini cukup strategis dan dapat dijangkau dari berbagai wilayah di kecamatan ini. Namun tentu kondisi ini, juga memberikan dampak bagi sekolah, terutama soal kebisingan jalan, yang terkadang menimbulkan gangguan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.  Kondisi sekolah ini cukup baik, dilengkapi dengan sarana dan infrastruktur sekolah yang cukup lengkap, dengan luas ±7725 m³. Sekolah ini terdiri atas 19 ruang kelas, 3 ruang kantor (ruang kepala sekolah, majelis guru dan tata usaha), 1 perpustakaan, 3 labor (fisika, biologi dan TIK), 1 ruang multimedia, 1 kantin kejujuran, dan 1 mushalla. Sedangkan dari  bidang sumber daya manusianya, di SMP N 1 Batang Kapas ini terdapat 41 orang guru, yang terdiri dari 38 orang guru PNS dan 7 orang guru honorer, serta 11 orang pegawai tata usaha.
Pembelajaran TIK dilaksanakan di kelas dan di labor komputer. Labor komputer sekolah ini berukuran sekitar 6x4 m². Labor ini dilengkapi dengan 17 unit komputer, namun yang saat ini dapat digunakan efektif hanya 9 unit komputer. Labor ini dilengkapi dengan kursi dan meja yang cukup lengkap untuk siswa dan guru, 2 unit LCD proyektor,  1 papan tulis, dan 2 kipas angin. Ruangan ini juga dilengkapi dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik.
Kondisi siswa di SMP N 1 Batang Kapas, secara keseluruhan siswa yang bersekolah disini adalah siswa yang berasal dari beberapa Sekolah Dasar di seluruh  kecamatan batang kapas, karena sekolah ini bebas rayon, kecuali untuk tahun pelajaran 2013/2014 yang akan datang, sekolah akan kembali menggunakan sistem rayonisasi. Untuk tahun ajaran 2012/2013 jumlah seluruh siswa disekolah ini adalah 579 orang siswa, yang terdiri atas 210 siswa kelas VII, 179 orang siswa kelas VIII, dan 190 orang siswa kelas IX. Setiap kelas terdiri atas 25-32 orang siswa, yang pada umumnya lebih banyak perempuan daripada laki-laki, dengan rentang umur antara 12-14 tahun.
Sekolah ini juga menerapkan program kelas unggul pada setiap tingkat, untuk penentuan siswa yang duduk di lokal ini dilihat berdasarkan nilai ujian masuk, dan nilai rapor disetiap semester.  Ini berarti seluruh siswa punya kesempatan yang sama untuk menduduki kelas unggul. Untuk gurunya sendiri, tidak dibedakan antara kelas unggul dan kelas biasa, pada umumnya masih menggunakan guru yang sama.
Dilihat dari latar belakang kondisi ekonomi dan keluarga siswa, siswa disekolah ini terbagi atas anak dengan latar belakang orang tua sebagai pegawai, sebagai petani, sebagai nelayan dan pedagang. Sedangkan dari latar agama, siswa disekolah ini seluruhnya beragama islam, dan  sebagaian besar merupakan suku minang. Dengan latar belakang yang berbeda-beda ini anak-anak tumbuh dan berkembang dengan pola dan didikan keluarga yang berbeda juga, sehingga setiap anak memiliki karakter yang berbeda pula. Dengan perbedaan karakteristik ini, manjadi panduan awal bagi penulis untuk merancang sebuah model pembelajaran yang menggunakan teknologi dan media pembelajaran dengan berdasarkan model ASSURE.

2.    Kondisi Khusus siswa
Siswa SMP N 1 Batang Kapas ini, khususnya di kelas VIII, terdiri dari kelas VIII.1 sampai VIII.6 dan Kelas VIII.1 merupakan kelas unggul.   Dari 179 orang siswa kelas VIII, terdiri atas 74 orang siswa laki-laki dan 105 orang siswa perempuan. Sebagian besar siswa kelas VIII ini berasal dari latar belakang ekonomi dan keluarga yang cukup baik, walaupun ada beberapa orang siswa yang tergolong kurang mampu, namun mereka mendapatkan beasiswa dari berbagai program sekolah dan pemerintah. Dengan rentangan umur 12-13 tahun, maka dari perkembangan psikologisnya, biasanya anak-anak seusia ini mengalami masa puberitas, sehingga guru harus benar-benar bisa menyesuaikan dengan kondisi psikologis siswa ini.
     Secara khusus, siswa kelas VIII ini adalah siswa yang dinyatakan naik dari kelas sebelumnya, kelas VII, sehingga mereka sudah cukup beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pendidikan di sekolah ini. Untuk proses pembelajaran TIK sendiri, memang ini merupakan pelajaran yang baru bagi siswa, walaupun mereka sudah belajar di kelas VII. Mata pelajaran TIK merupakan salah satu mata pelajaran yang cukup diminati siswa, terutama karena mata pelajaran ini identik dengan komputer. Untuk  menilai/menganalisis kemampuan awal siswa ini, guru dapat mengetahuinya dengan memberikan berbagai pertanyaan-pertanyaan di awal pembelajaran atau memberikan kuis kecil untuk menguji sejauh mana pengetahuan siswa tentang penggunaan komputer. Dari sini diketahui bahwa pada dasarnya siswa sudah mengenal komputer, baik di sekolah maupun di warung internet, namun itu baru sebatas mengenal, belum banyak yang terampil menggunakan.  Dan siswa juga sudah mengenal berbagai perangkat keras dan perangkat lunak komputer, karena sudah dipelajari di tingkat sebelumnya, di kelas VII. Untuk penggunaan komputer itu sendiri, memang siswa belum terlalu menguasai, karena masih asing, dianggap sulit karena banyak menggunakan bahasa Inggris, dan di kelas VII, mereka hanya mengetahui praktek komputer sederhana, seperti menghidupkan, dan mematikan komputer, dan mengenal berbagai peralatan nya.
Walaupun siswa sudah memiliki pengetahuan tentang komputer secara umum, namun pengetahuan itu baru sebatas mengenal, tapi belum begitu menguasai untuk penggunaannya. Dari sinilah guru perlu memikirkan langkah selanjutnya untuk menciptakan pembelajaran efektif untuk siswa.  
3.    Gaya Belajar
 Gaya belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Batang Kapas cukup beragam. Ada 9 aspek kecerdasan majemuk, yakni verbal, logis, visual, musikal, ragawi, antar personal, interpersonal, naturalis dan eksistensialis. Dari 9 kecerdasan ini, dalam proses pembelajaran ada anak yang senang mendengar penjelasan guru, ada yang lebih ke kinestetik, dll. Pada pengajaran teori yang dilakukan dikelas umumnya menggunakan preferensi penerimaan audiotori dan visual. Sedangkan dalam hal kebiasaan memproses informasi/gaya pikiran, secara umum siswa kelas VIII ini banyak dengan gaya berurutan konkret, karena mereka akan lebih memahami jika sudah dicontohkan.
Dari segi motivasi, sesuai dengan model ARCS, siswa di sekolah memiliki motivasi tinggi dalam belajar, ini terlihat dari semangat belajar dan keingintahuan mereka untuk mencoba menggunakan komputer, dan mereka sangat tertarik dengan pelajaran TIK. Materi yang akan dibahas dalam rancangan ini, adalah materi semester 1, yaitu tentang penggunaan perangkat lunak pengolah kata. Materi pengolah kata sangat relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, siswa dimotivasi untuk bisa mengerjakan tugas dengan kreasi mereka sendiri, memberikan bimbingan, sehingga memberikan kepuasan belajar bagi diri siswa.
Mengingat siswa kelas VIII ini secara psikologis mengalami masa puberitas, sehingga mereka mempunyai pola/gaya belajar yang berbeda-beda, namun pada umumnya mereka selalu ingin diperhatikan. Dengan usia ini mereka masih senang bermain, sehingga ini juga mempengaruhi pembelajaran, karena itu, guru perlu merancang pembelajaran yang  sesuai dengan perbedaan individual siswa ini, dan memenuhi kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran memberikan hasil yang memuaskan bagi siswa.

B.  Menetapkan Standar dan Tujuan
 Proses pembelajaran di SMP N 1 Batang Kapas dilaksanakan sesuai dengan  kurikulum KTSP. Setiap guru harus membuat rancangan program pembelajaran setiap semesternya, yang nantinya akan dinilai sebagai dokumen KTSP oleh pengawas sekolah. Untuk mata pelajaran TIK sendiri, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan tuntutan Kurikulum. Sesuai dengan model ASSURE, guru haruslah menetapkan standar dan tujuan pembelajaran. Standar dan tujuan hendaklah disampaikan dan dituliskan di awal pembelajaran, sehingga siswa mengetahui pengetahuan dan kemampuan apa yang harusnya mereka miliki setelah mempelajari materi pelaran. Guru dapat menetapkan tujuan dengan memperhatikan ABCD, yaitu :
·      A (Audience), siswa yang menjadi tujuan /sasaran pembelajaran adalah siswa kelas VIII.
·      B (Behaviour), perilaku yang harus ditampilkan siswa adalah memiliki keterampikan dan kemahiran menggunakan komputer dan membuat dokumen pengolah kata.
·      C (Condition), kondisi ini dapat diamati selama siswa belajar di labor komputer untuk membuat sebuah karya menggunakan program pengolah kata microsoft word.
·      D (Degree), kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah belajar ini mereka menguasai penggunaan menu dan ikon dan mampu membuat sebuah dokumen pengolah kata dengan kreasi mereka.
a.       Penetapan Tujuan Umum (Standar Kompetensi)
Tujuan umum  rancangan pembelajaran berdasarkan model Assure ini adalah Menggunakan perangkat lunak pengolah kata untuk menyajikan informasi.  Dengan salah satu kompetensi dasar : Membuat dokumen pengolah kata sederhana . Dari Standar Komtensi dan Kompetensi dasar ini, guru sudah menetapkan pengetahuan apa yang akan dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran ini.


b.      Penetapan Tujuan Pembelajaran Khusus
Berdasarkan tujuan pembelajaran umum rancangan pembelajaran berdasarkan model ASSURE ini, berikutnya ditetapkan tujuan pembelajaran khusus, yaitu Membuat dokumen pengolah kata sederhana. Tujuan pembelajaran khusus ini menjelaskan kemampuan spesifik apa yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran.  Tujuan pembelajaran khusus ini, akan dirinci dalam beberapa indikator, yaitu :
1.      Siswa mampu membuat dokumen baru pada perangkkat lunak pengolah kata Microosft Word 2007
2.      Siswa mampu memformat teks pada perangkat lunak lunak pengolah kata.
Setiap tujuan umum, tujuan khusus dan indikator ini haruslah dituliskan dalam setiap rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Selain standar kompetensi dan kompetensi dasar, di awal perancangan guru juga perlu menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran untuk materi tersebut. Dengan begitu siswa mengetahui dengan jelas apa tujuan mereka mempelajari materi ini, kemampuan/hasil belajar apa yang nantinya diharapkan mereka miliki setelah belajar dan mereka mengetahui batas ketuntasan minimal belajar mereka.

C.  Memilih Strategi , Teknologi , Media dan Material
a.    Memilih strategi
Untuk melaksanakan pembelajaran TIK yang efektif, efisien serta dapat emmenuhi kebutuhan siswa, dalam rancangan pembelajaran TIK di kelas VIII ini guru  dapat memilih strategi berpusat kepada guru dan berpusat pada siswa. Adapun strategi yang direncanakan digunakan dalam pembelajaran TIK kelas VIII untuk materi membuat dokumen pengolah kata sederhana, dipilihlah strategi presentasi dengan memilih metode demonstrasi, dan pada siswa dengan bekerjasama dalam kelompok serta metode tutor sebaya. Penetapan strategi ini berdasarkan pada model ARCS Keller.  Dengan strategi ini diharapkan dapat menarik perhatian (attention) siswa, relevan (Relevance) dengan kebutuhan siswa, karena siswa berpraktek maka guru perlumempresentasika, mencontohkan terlebih dahulu melalui demonstrasi, dan nantinya saat bekerja, siswa dapat saling membantu dengan tutor sebaya. Strategi ini dapat membangun rasa kepercayaan diri siswa (Confidence), karena siswa dapat berkreasi pada tugasnya, dan menghasilkan kepuasan (satisfaction) belajar, dengan mencoba membuat tugas dengan kreasi sendiri ini dapat memberi kepuasan belajar bagi siswa.

b.   Memilih Teknologi dan Media
Teknologi dan media yang dipilih pada rancangan pembelajaran kelas VIII ini adalah dengan menggunakan teknologi dan media komputer untuk mendemonstrasikan tampilan lembar kerja dan langkah-langkah dalam membuat sebuah karya pengolah kata sederhana. Untuk memproyeksikannya guru memilih menggunakan LCD dan proyektor, sehingga siswa dapat melihat dengan jelas, apa yang harus mereka pelajari dan lakukan.  Media lain yang digunakan adalah dengan memanfaatkan potongan artikel dan  poster, yang nantinya siswa akan membuat dengan kreasi mereka sendiri.
c.    Memilih Materi
Pemilihan materi yang akan digunakan untuk pembelajaran TIK kelas VIII ini adalah dengan menggabungkan beberapa materi yang relevan dari berbagai sumber, karena materi yang tersedia melalui buku paket tidak mencukupi. Pemilihan materi ini disesuaikan dengan kemampuan siswa, karena siswa disini sulit menguasai menu dan ikon yang akan digunakan, karena banyak menggunakan bahasa inggris, sehingga guru perlu memilih dan menyusun materi yang berhubungan sebaik mungkin, sehingga memenuhi kebutuhan belajar siswa.

D.  Menggunakan Teknologi, Media dan Materi
Adapun penggunaan teknologi, media dan materi pada rancangan pembelajaran  TIK kelas VIII berdasarkan model ASSURE ini dilakukan dengan proses “5P”, yaitu :
1.      Pratinjau Teknologi, Media, dan Materi
Guru melakukan pratinjau untuk menyesuaikan penggunaan teknologi, media dan materi ynag disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Tujuannya untuk memilih bagian yang paling sesuai dengan pelajaran. Teknologi dan media yang dipratinjau guru adalah ketersedian komputer, dan LCD. Guru juga memilih bagian materi yang dibutuhkan untuk membuat dokumen, yaitu tentang fungsi menu dan ikon.
2.      Menyiapkan Teknologi , Media dan Materi
Pada tahap ini, guru menyiapkan segala teknologi, media dan materi yang akan digunakan untuk pembelajaran. Guru mengurutkan materi tentang langkah-langkah membuat sebuah dokumen pengolah kata, lengkap dengan menu dan ikon yang akan digunakan, selanjutnya menyiapkan berbagai contoh artikel, poster dari media cetak seperti koran atau majalah, yang akan dijadikan contoh, kemudian menyiapkan contoh yang dirancang sendiri oleh guru, menyiapkan komputer yang akan digunakan, dan LCD serta proyektor yang mendukung proses penyampaian pembelajaran.

3.      Menyiapkan Lingkungan
Disini guru menyiapkan lingkungan belajar siswa, sesuai dengan materi pelajarannya, siswa melakukan praktek membuat dokumen pengolah kata, maka guru menyiapkan lingkungan belajarnya adalah labor komputer. Guru menyiapkan seluruh perangkat komputer yang dapat digunakan untuk praktek, baik dari segi ruangan, sumber daya listrik setiap komputer, dan tempat duduk siswa, agar siswa merasakan kenyaman saat bekerja.
4.      Menyiapkan Pelajar
Untuk dapat menguasai pelajaran ini, guru menyiapkan pelajar dengan memberikan appersepsi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar anak siap untuk bekerja, mengetahui dengan jelas apa yang akan mereka kerjakan, apa kegunaannya, dan ini juga memotivasi siswa untuk dapat mencapai tujuan belajarnya.
5.      Menyediakan Pengalaman Belajar
Dengan strategi pembelajaran yang berpusat pada guru dan siswa, ini akan menyediakan pengalaman belajar bagi siswa. Dengan penjelasan guru, kemudian siswa mencobakan langsung, ini sudah menjadi pengalaman belajar siswa, siswa tidak dilarang untuk salah, namun siswa diajarkan untuk memperbaiki kesalahan di setiap langkah pembelajaran selama mereka melakukan praktek. Dengan melakukan sendiri setiap bagian secara bergantian dengan anggota kelompok ini juga menumbuhkan rasa kerjasama dan menjadi pengalaman sendiri bagi siswa, begitu juga saat dilakukan tutor sebaya ini memberikan pengalaman bagi siswa.

E.  Mengharuskan Partisipasi Pelajar
Dengan melakukan praktek, siswa benar-benar harus terlibat langsung (aktif) untuk mengerjakannya. Karena hanya dengan melakukan sendiri siswa memperoleh pengalaman dan mencapai tujuan belajarnya. Dengan latihan ini sudah mengharuskan siswa untuk bekerja bergantian dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugasnya. Tidak dipungkiri, masih banyak siswa yang kurang percaya diri dalam bekerja, karena takut salah dan takut komputer rusak, namun guru memotivasi mereka untuk tidak takut akan kesalahan, namun tetap berusaha melakukan latihan dengan baik, karena hanya dengan latihan mencobakan sendiri siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penggunaan komputer juga dapat membantu siswa untuk memecahkan berbagai persoalan dan mengambil keputusan dalm belajar. Disini guru juga memberikan umpan balik terhadap pekerjaan siswa, dan juga juga dari teman-teman mereka, sehingga ini membantu mereka menguasai pelajaran dan memiliki keterampilan menggunakan komputer.

F.   Mengevaluasi Dan Merevisi
1.    Menilai Prestasi Pelajar
Ini dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa. Kemmapuan dan keterampilan apa yang diperoleh siswa yang disesuaikan dengan standar (SK dan KD)dan tujuan. Karena pembelajaran dengan melakukan praktek, maka penilaian yang dilakukan adalah dengan menilai kinerja dan produk yang dihasilkan siswa, secara autentik dan komprehensif. Menilai sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran, dan bagaimana siswa mengerjakan kinerjanya tahap demi tahap untuk menyelesaikan suatu tugas, sehingga ia menghasilkan suatu karya, dokumen pengolah kata. Disni guru juga menilai sikap siswa terhadap keseriusan mereka mengerjakan suatu tugas. Setiap tugas dari tahap ke tahap disimpan dan dinilai oleh guru, ini bisa menjadi dokumen protofolio kelompok siswa, sesuai dengan kreasi mereka masing-masing, dan ini disimpan dalam bentuk elektronik, dalam bentuk file dan dinilai oleh guru.
2.    Mengevaluasi dan Merevisi Strategi, Teknologi dan Media
Evaluasi juga perlu dilakukan untuk menilai dan merevisi ketepatan strategi , teknologi dan media. Selain itu guru sendiri juga perlu dinilai baik oleh dirinya sendiri (mengintrospeksi diri, untuk lebih baik), melalui teman sejawat ataupun melalui administrator, yang biasanya di sekolah ada program supervisi guru, sehingga guru dinilai oleh tim guru yang lebih berpengalaman. Terakhir guru dapat menilai dan menganalisis  hasil belajar siswa, karena dari situ guru dapat menilai kekurangan-kekurangan, strategi, pemilihan materi, teknologi dan media. Yang ini bisa juga dilihat dari keberhasilan siswa mencapai suatu tujuan pembelajaran.



BAB III
RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MODEL ASSURE

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah                 :     SMP Negeri 1 Batang Kapas
Mata Pelajaran                :     Teknologi Informatika Dan Komunikasi
Kelas / Semester              :     VIII ( delapan ) / 1 ( Satu )
Alokasi Waktu                 :     2 X 40’ menit (1 kali pertemuan)
Standar Kompetensi       :     1.   Menggunakan perangkat lunak pengolah kata untuk menyajikan informasi
Kompetensi Dasar           :     1.4 Membuat dokumen pengolah kata sederhana
Indikator                          : 1. Membuat sebuah dokumen baru
                                            2. Memformat teks dokumen
                                            3. Mengedit teks yang ada pada dokumen
                                         

A.     Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu :
Ø  Membuat sebuah dokumen  baru
Ø  Membuat dokumen pengolah kata dengan melakukan format teks
Ø  Mengedit dokumen yang telah dibuat dengan cara menghapus, menyalin data dan menambahkan teks

v  Karakter siswa yang diharapkan :        Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B.     Strategi Pembelajaran
Adapun strategi pengajaran yang dipilih guru adalah :
1.      Strategi pengajaran berpusat pada guru.
2.      Strategi pengajaran yang berpusat pada siswa.

C.    Metode Pembelajaran
Ceramah, Demonstrasi, tanya jawab, penugasan/praktek, dan tutor sebaya.




D.    Teknologi dan media Pembelajaran

    Teknologi dan media yang digunakan dalam melaksanakan peroses pembelajaran ini adalah :
1.      Komputer
2.      LCD infocus
3.      Koran / majalah

D.          Materi pembelajaran
Membuat lembar kerja pengolah kata
Ø  Menjelaskan cara / langkah kerja membuat dokumen baru
Ø  Menjelaskan cara / langkah kerja memformat teks
Ø  Menjelaskan cara / langkah kerja mengedit teks


E.           Bahan Ajar
Adapun bahan ajar yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, yaitu:
1.      Buku paket BSE
2.      Buku pagangan terbitan Erlangga
3.      Lembar Kerja Siswa
4.      Lembar Kerja Praktek

F.           Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
1. Kegiatan pendahuluan
apresiasi  dan motivasi  :
Ø  Berdoa untuk menanamkan nilai-nilai kereligiusan
Ø  Guru mengecek kehadiran siswa untuk mengembangkan nilai-nilai kedisiplinan
Ø  Guru memberikan pertanyaan – pertanyaan singkat tentang tata cara penggunaan perangkat komputer.
Ø  Guru memberikan pertanyaan- pertanyaan singkat untuk mengingat kembali materi sebelumnya tentang fungsi dan penggunaan menu dan ikon microsoft word
Ø  Menyampaikan dan menuliskan di papan tulis tujuan pembelajaran
Ø  Guru memotivasi siswa untuk berusaha mencapai tujuan belajarnya.

 2.  Kegiatan   inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
F Guru menyuruh siswa membaca buku paket, untuk menanamkan pengetahuan yang dibutuhkan
F Guru menyuruh siswa mengamati tampilan jendela microsoft word.
F Guru menyuruh siswa mengamati tampilan menu dan ikon.
F Guru menfasilitasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan praktek.
F Guru menjelaskan langkah kerja yang akan dilakukan siswa
F Guru membagi siswa dalam kelompok kecil
F Siswa menyiapkan diri bersama kelompoknya

§ Elaborasi
F Guru membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui buku dan sumber belajar  tentang cara membuat dokumen baru, cara memformat teks dan cara mengedit teks.
F Guru menjelaskan cara membuat dokumen baru, memformat teks, dan mengedit teks pada lembar kerja microsoft word.
F Guru mendemonstrasikan di depan kelas menggunakan  media komputer dan LCD tentang cara/langkah-langkah untuk membuat dokumen baru, melakukan format teks dan mengedit teks.
F Siswa memperhatikan penjelasan dan pendemonstrasian yang dilakukan guru untuk membuat dokumen baru, melakukan format teks, serta mengedit teks.
F Siswa mulai bekerja dengan kelompoknya secara bergantian
F Siswa mencobakan cara membuka lembar kerja baru, memformat teks dan melakukan pengeditan teks dengan dibimbing guru
F Guru memfasilitasi siswa untuk berdiskusi dan bertanya jawab mengenai hal-hal ataupun kesulitan siswa dalam mengerjakan praktek, membuat dokumen baru, memformat dan mengedit teks.
F Guru membimbing siswa dalam melakukan praktek
F Siswa bekerja secara bergantian dengan temannya untuk melakukan praktek membuat dokumen pengolah kata sederhana, melakukan format dan pengeditan teks.
F Siswa saling membantu temannya dalam melakukan praktek
F Siswa yang sudah lebih memahami, ditunjuk guru untuk menjadi tutor sebaya untuk membantu menambah pemahaman teman-teman mereka.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru mengamati hasil kerja siswa
F Guru bersama siswa melakukan tanya jawab terhadap materi yang belum dikuasai siswa
F Guru bersama siswa melakukan tanya jawab tentang kesulitan belajar siswa dalam melakukan praktek.
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

3. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Guru bersama siswa melakukan refleksi bersama terhadap pembelajaran yang sudah  di lakukan
F Guru bersama siswa Menarik  kesimpulan tentang cara membuat dokumen  baru pengolah kata microsoft word, melakukan format dan pengeditan teks. 
F Guru bersama siswa membahas cara mengatasi berbagai kesulitan belajar siswa.

F.           Penilaian
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ø  Membuat dokumen baru



Ø  Melakukan format teks



Ø  Mengedit teks




Tes praktik (kinerja)

Tes praktik (kinerja)

Tes praktik (kinerja)




Tes uji kerja



Tes uji kerja



Tes uji kerja




Buatlah dokumen pengolah kata baru!


Buatlah dokumen pengolah kata dengan melakukan format teks!

Editlah dokumen yang telah kamu buat dengan cara menghapus, menyalin data dan menambahkan teks!


Rubrik uji prosedur
Indikator Pencapaian Kompetensi
Skala kuantitatif
Nilai
[(jml.skor/40)x100]
4
3
2
1
1.
Membuat dokumen yang baru





2.
Membuat dan melakukan format teks





3.
Menghapus teks





4.
Menyalin teks





5.
Menambah teks





JUMLAH


Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 1 Batang Kapas


              SYAFRIZAL, S.Pd
         NIP 19590909 198103 1 015

Batang Kapas, Mei 2013
Guru Mapel TIK


YELSI MAYASURI, S.Pd
NIP 19870527 201001 2 040

BAB IV
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari penyajian penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa suatu proses pembelajaran pada dasarnya merupakan penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Untuk menyampaikan pembelajaran guru terlebih dahulu perlu membuat peracangan agar  pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Pembelajaran yang efektif dan efisien dapat diwujudkan dengan memanfaatkan berbagai teknologi dan media yang mendukung pembelajaran. Pemanfaatan media dan teknologi ini akan membantu guru dan siswa lebih mempermudah komunikasi terutama dalam menyampaikan dan menangkap pesan pembelajaran. Media dan teknologi memegang peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Untuk dapat mewujudkan suatu proses pembelajaran yang menggunakan teknologi dan media guru dapat memilih model ASSURE. Model Assure ini merupakan suatu pendekatan sistematis untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dengan langkah: menganalisis siswa, menentukan tujuan, memilih teknologi dan media, menggunakan teknologi media, melibatkan keaktifan siswa dan melakukan evaluasi dan revisi.

B.       Saran
Dari pembahasan di atas, kita perlu mengetahui sangat penting kiranya untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien, yang salah satu caranya adalah dengan menggunakan media dan teknologi. Media dan teknologi akan membantu proses penyampaiaan pesan dari guru dan siswa. Untuk merancang suatu proses pembelajaran yang menggunakan media dan teknologi ini, penulis menyarankan untuk merancang pembelajaran dengan mengunakan model ASSURE. ASSURE merupakan suatu model pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mewujudkan pembelajaran dengan efektif dan efisien, karena ASSURE merupakan langkah sistematis untuk merancang suatu pembelajaran dengan baik. Model ASSURE ini dapat mempermudah guru dan dapat digunakan dalam setiap tingkat/jenjang sekolah. Karena itulah penting kiranya kita untuk lebih mendalami model ini, agar juga dapat kita terapkan dalam proses pembelajaran di kelas.


DAFTAR PUSTAKA

Hujair AH. Sanaky. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta : Safiria Insania Prees
M. Atwi Suparman. 2012. Desain Instruksional Modern. Jakarta : Erlangga
Richey, Rita C., Klein, Kames D., Tracey, Monica W. 2011. The Instructional Design Knowledge Base, Theory, Research, and Practice. New York : Routledge
Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: Alfabeta
Smaldino, Sharon E, Lowther, Deborah L., Russell, James D. 2018. Instructional  Technology and Media for Learning. Boston : Pearson
Smaldino, Sharon E, Lowther, Deborah L., Russell, James D. 2012. Instructional  Technology and Media for Learning. Boston : Pearson
Sukiman. 2012. Pengembangan Media pembelajaran. Yogyakarta : Pedagogia
Wina Sanjaya. 2011. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup


















Lampiran :

Silabus pembelajaran


Sekolah                                    :  SMP Negeri 1 Batang Kapas
Kelas                                         :  VIII (Delapan)
Mata Pelajaran                       :  Teknologi Informasi dan Komunikasi
Semester                                 :  1 (satu)              
Standar Kompetensi              :  1. Menggunakan perangkat lunak pengolah kata untuk menyajikan informasi


Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Tatap Muka
(TM)
Penugasan Terstruktur  (PT)
Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT)
Contoh
Instrumen
Bentuk
Instrumen
Contoh
Instrumen
1.4 Membuat dokumen pengolah kata sederhana
Ø  Membuat dokumen baru



Ø  Format teks




Ø  Edit teks

Ø Menjelaskan langkah /cara membuat dokumen baru, memformat teks, dan mengedit teks

Ø Mendemontrasikan langkah-langkah membuat dokumen baru, memformat teks, dan mengedit teks
Ø  Membuat dokumen baru




Ø Membuat dokumen dengan berbagai format teks


Ø  Melakukan edit teks pada dokumen


Ø Membuat dokumen baru




Ø Melakukan format teks




Ø Mengedit teks

Tes praktik (kinerja)



Tes praktik (kinerja)



Tes praktik (kinerja)

Tes uji kerja



Tes uji kerja



Tes uji kerja
Buatlah dokumen pengolah kata baru!

Buatlah dokumen pengolah kata dengan melakukan format teks!
Editlah dokumen yang telah kamu buat dengan cara menghapus, menyalin data dan menambahkan teks!

2 x 40’

Komputer
lembar kerja, buku paket,
Artikel koran/majalah



Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 1 Batang Kapas



              SYAFRIZAL, S.Pd
         NIP 19590909 198103 1 015

Batang Kapas, Juni 2013
Guru Mapel TIK



YELSI MAYASURI, S.Pd
NIP 19870527 201001 2 040